Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Maret 2010

Tiga Jalan Mencapai Kezuhudan

Ibrahim bin adham pernah di tanya tentang apa yang menyebabkan dirinya mencapai tingkat zuhud, lalu ia menjawab ada 3 hal yaitu :
  1. Kulihat kuburan adalah alam yang begitu mengerikan, sedang aku tidak punya teman yang dapat menghilangkan rasa takutku.
  2. Kulihat perjalankan sangat jauh, sedang aku tidak punya bekal yang dapat mengantarkan ke tujuan.
  3. Kulihat Tuhan yang Maha Perkasa sebagai hakim, sedang aku tidak punya alasan untuk membela diriku di hadapan-Nya."

Ibrahim bin Adham adalah seorang yang dulunya pernah menjadi penguasa di negerinya, lalu meninggalkan kekuasaanya demi mencari kebahagiaan akhirat. Di Makkah dan ditempat lainnya ia tekun beribadah dan bertobat kepada Allah.
    Dalam Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah disebutkan bahwa nama lengkap Ibrahim bin Adham adalah Abu Ishaq Ibrahim bin Mansyur, putra seorang raja dari negeri Baikhan.
    Pada suatu hari ia berburu ke hutan. Disana ia mengejar seekor musang atau kelinci yang menjadi buruannya.Saat mengejar buruannya tersebut tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa mengatakan: "Hai Ibrahim, apakah engkau di ciptakan untuk berburu?"

Baca Selengkapnya......

Kamis, 18 Februari 2010

ISLAM ITU MUDAH

Sungguh islamlah, agama yang memberika kelapangan dan kemudahan bagi para pemeluknya. namun sangat di sayangkan, berapa banyak dari kita tidak mampu untuk merasakan kelapangan dan kemudahan yang terdapat dalam syariat kita. Bahkan sebagian kaum muslimin merasakan agama ini sebagai agama yang berat untuk di laksanakan.
Islam itu mudah
kelapangan dan kemudahan yang terdapat dalam agama ini di tunjukkan dengan jelas dalam Al Qu'an. Diantaranya adalah firman Allah dalam Al Qu'an yang artinya : "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" ( Al Baqarah:1850.
Kelapangan ini pun tertuang dalam hadits Rasulullah SAW yang bersabda :
" Sesungguhnya islam itu penuh dengan kelapangan. Dan tidaklah seseoran berlebih - lebihan dalam melaksanakan agama ini kecuali hal tersebut akan menghancurkannya. Maka berusahalah beramal dengan benar dan janganlah berlebih - lebihan ( HR. Bukhari )
Oleh karena itu tidak selayaknya timbul dalam diri pribadi muslim dan muslimah keengganan dalam menjalankan syariat islam dengan beralasan hal itu akan sangat memberatkan dirinya. Berikut berbagai kemudahan yang terdapat dalam islam.

Kemudahan Islam dalam Aqidah
Aqidah islam yang tegak di atas pemahaman generasi terbaik merupakan keyakinan yang kokoh, mudah di pelajari dan di pahami oleh akan dan fitrah yang lurus. Hal ini tentunya bertolah belakang dengan aqidah (keyakinan) yang berfondasikan filsafat dan mitos, sebagaimana yang tersebar di masyarakat. Keyakinan batil tersebut begitu membingungkan dan merusak akal sehingga dampak yang timbul adalah keracunan dan keanehan dalam bentuk pemikiran dan di wujudkan dalam bentuk amalan. Lebih parah lagi berbagai kerancuan tersebut di bungkus sedemikina rupa agar masyarakat awam terkecoh dan beranggapan hal tersebut sesuai dengan syariat.

Kemudahan Islam dalam Shalat
Syariat telah mewajibkan kaum muslimin untuk menegakkan shalat sebanyak 5 kali dalam sehari semalam. Diantara kemudahannya adalah diwajibkannya bagi kaum pria untuk menegakkan shalat di mesjid. Karena hal tersebut lebih mampu untuk memotivasi dan mempermudah seseorang dalam melaksanakan shalat wajib daripada jika di lakukan sendirian.

Kemudahan islam dalam menunaikan zakat
 Zakat tidaklah di wajibkan bagi kaum fakir miskin namun di wajibkan bagi mereka yang mampu sebagai penyempurna agama mereka, penghapus kesalahan - kesalahan yang mereka lakukan, sekaligus berfungsi untuk mencipkan rasa kebersamaan di antara kaum muslimin. Dan bila kita renungkan, sesungguhnya zakat yang di wajibkan tersebut hanyalah bagian yang teramat sedikit dari harta mereka jika di bandingkan dengan rizki dan karunia Allah Ta'ala kepada mereka.

Kemudahan islam dalam menjalankan puasa
Diantara kemudahan islam dalam menjalankan puasa adalah puasa hanya di wajibkan di satu bulan tertentu. Kaum muslimin bersama - sama menjalankan puasa dan meninggalkan syahwat mereka di bulan tersebut. Meskipun demikian, ganjaran yang diperoleh amatlah besar bagi mereka yang menjalankan puasa dengan baik dan benar. Diantaranya adalah predikat takwa sebagaimana yang disebutkan Allah dalam firmannya yang artinya :
" Hai orang - orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang - orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Al Baqarah : 183)

Kemudahan Islam dalam menjalankan ibadah haji
Dalam pelaksanaan haji pun islam memberika kemudahan, Islam mewajibkan ibadah yang satu ini hanya bagi mereka yang mampu melaksanakannya dan itupun cukup sekali dalam seumur hidup. Selain itu, dalam pelaksanaan ibadah haji terdapat berbagai mamfaat yang akan di peroleh sebagaiman firman Allah Ta'ala : " Supaya mereka menyaksikan berbagai mamfaat bagi mereka (QS. Al Hajj : 28). Ibnu Abbas RA berkata bahwa mereka akan mendapatkan mamfaat dunia dan akhirat berupa keridhaan Allah Ta'ala kepada mereka dan keuntungan duniawi yang mereka peroleh dari peniagaan yang mereka lakukan (Tafsir Al Qur'anil Adzim, Imam Ibnu Katsir)

Selain itu islam juga memberika keringanan dalam melaksanakan berbagai syariat jika terdapat faktor - faktor yang menuntut hal tersebut. Apabila terdapat kesulitan yang timbul dalam penerapan syariat dan dapat membahayakan jiwa dan harta seorang muslim, maka syariat akan memudahkan dan meringankan pelaksanaanya sesuai dengan kemampuan. Oleh karena itu masihkah kita merasa bahwa agama ini sulit dan memberatkan ?

sumber : Bahjatul Qulub Al Abrar oleh Syeikh Abdurrahma bin Nashir As Sa'di

Baca Selengkapnya......

Selasa, 16 Februari 2010

JANGAN BERSEDIH DAN SUKA MENGELUH

“Barang siapa di pagi hari mengeluhkan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), berarti seakan – akan dia mengeluhkan Rabbnya.
Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan duniawinya. Berarti sungguh di pagi itu dia tidak puas dengan ketetapan Allah.
Barang siapa menghormati seseorang karena kekayannya, sungguh telah lenyaplah duapertiga agamanya. “(Hadits dikutip dari Kitab Nashaihul –‘Ibad).

Silih berganti kebahagiaan dan kesusahan itu dipergilirkan kepada kehidupan manusia. Sekali waktu ia Berjaya dengan kelapangan rizqi dan kemasyhuran nama. Pada kali lain di sekian waktu kemudian ia menjalani kehidupan yang penuh kepapaan. Itulah yang dialami oleh Qarun. Pada saat ia memperoleh limpahan harta yang luar biasa, ia tak mampu mensikapinya dengan benar sehingga tumbuh dalam hatinya kesombongan. Pada giliran berikutnya ia harus menanggung kesengsaraan karena siksa Allah Swt. Na’udzubillahi min dzalika !

Baca Selengkapnya......